Selasa, 25 September 2012

Tugas Mind Map Bab 1 Psikologi Belajar


Senin, 24 September 2012

 Tugas Kelompok Psikologi Belajar

Imam Damara         09-032
Ichsan Syah Lubis   10-011
Arief Tri Prabowo   10-118


Robert Gagne
Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan oleh kelompok, didapatkan berbagai pendapat dari masing-masing anggota kelompok yang kemudian dibahas berdasarkan teori belajar Robert Gagne. Adapun teori-teori yang dipakai seperti :

   1.    Keterampilan apresiasi dan penalaran manusia dengan semua variasinya, dan juga harapan, aspirasi, sikap, dan nilai-nilai manusia, umumnya diakui bahwa perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa yang disebut dengan belajar (Gange,1985,h.1)

   2.      Tiga prinsip pembelajaran yang efektif :
·         Memberikan pembelajaran
·         Memastikan bahwa setiap tugas komponen itu dikuasai
·         Sekuensi tugas yang dikerjakan 

  3.      Dalam proses pembelajaran hal yang sangat dominan berperan yakni yang dipengaruhi oleh stimulus respon dan kognitif.

  4.      Terdapat 5 asumsi dasar kondisi belajar Gagne, dua diantaranya adalah :
·         Banyak hasil belajar manusia digeneralisasikan keberbagai macam situasi
·      Belajar manusia adalah kumulatif; belajar keterampilan yang kompleks didasarkan pada belajar sebelumnya.

  5.      Gagne melihat proses belajar mengajar dibagi menjadi beberapa komponen penting yaitu :
1.     Fase – fase pembelajaran seperti (1) Receiving the stimulus situation (apprehending), (2) Stage of acquisition, (3) Storage, (4) Retrieval.
2.    Kapabilitas manusia dari hasil belajar (outcomes) seperti : informasi verbal, keterampilan intelektual, keterampilan motorik, sikap dan strategi kognitif.
3.     Kondisi atau tipe pembelajaran seperti kondisi internal dan eksternal atau lebih terperinci seperti signal learning, stimulus-respon learning, chaining, verbal association, discrimination learning, concept learning, rule learning, problem solving.
4.     Kejadian-kejadian instruksional seperti : persiapan belajar, akuisisi dan kinerja, transfer belajar. 

6.
Terdiri dari 3 komponen utama, yaitu : (a) sistem untuk menjelaskan diversitas kapabilitas manusia; (b) proses pemerolehan kapabilitas; (c) langkah-langkah dalam pembelajaran yang mendukung setiap langkah dalam belajar.

Sabtu, 15 September 2012

Tugas Individual Psikologi Belajar


Seragam Hijau = Uang Hijau ??

"Hati-hati kalau jumpa polisi. Nanti kita bisa ditilang. Minimal terkoreklah uang kita. Atau ditahannya STNK" Cerita seorang teman tentang pengalamannya ditilang polisi.

Tidak seperti biasa. Mentari pagi tampak buram bersembunyi dibalik awan. Tampak cuaca akan mendung. Ini pertanda harus bergegas menuju sekolah. Mandi, Sarapan, dilakukan tergesa-gesa. Demi satu tujuan: tidak kuyup oleh hujan. SIM ada, demikian STNK. Kaca spion juga ada. Tak ada yang perlu ditakutkan. Semuanya lengkap, batinku. Sejak diceritakan tentang tilang oleh seorang teman. Saya mulai memperhatikan kelengkapan sebelum berkendara.

Saya pamit, memohon restu pada orang tua. Lalu bergegas menuju sekolah. Kebetulan sekolah jaraknya tidak begitu jauh dari rumah. Hanya memakan waktu 20 menit.

5, 4, 3, tiang lalu lintas menunjukkan 5 detik terakhir sebelum lampu merah. Detik ke-3 saya sudah berada di garis zebra cross, tempat pejalan kaki boleh menyeberang. Sehingga dengan begini tidak melanggar lampu merah. Namun nasib berkata lain. Di depan sana, seorang polisi berseragam hijau sudah menanti dengan senyum getirnya.

"Pagi pak"
"Iya. Apa salah saya pak?"
"Lihat lampu merah tidak?"
"Loh, bukankah saya masih hijau ketika lewat?"
"Mau tengok buktinya?" Polisi itu menunjukkan lampu merah yang baru saja berjalan setelah detik terakhir lampu hijau berakhir.

Setelah debat cukup alot dan tidak ingin memperpanjang, pak polisi itu pun langsung mengutarakan misinya: meminta saya memberikan sejumlah uang agar bebas.  Apa mau dikata. Saat ini situasi tak memihak kepada saya. 5 menit lagi jam bel sekolah akan bunyi. Dan tentu "sang penghukum" bersiap-siap menuju gerbang sekolah untuk menghukum kami yang terlambat.

Dengan sangat tidak ikhlas akhirnya saya menyerahkan sejumlah uang kepadanya sebagai kompensasi kebebasan. Lalu bergegas meninggalkannya yang terlihat bahagia atas keberhasilan misinya.

Begitulah, terkadang sebuah kejujuran bisa dimuslihat dengan argumen-argumen fasik. Sehingga dari kejadian ini saya mulai agak cemas ketika melihat ada orang yang memakai rompi berwarna hijau. Dengan demikian saya mulai was-was apabila ada orang dengan seragam hijau berada dijalanan. Termasuk tukang parkir yang sering menggunakan seragam berwarna hijau.

Pembahasan teori 

Berdasarkan teori Gagne, terdapat 5 asumsi dasar kondisi belajar. Dua diantaranya adalah:
1. Belajar adalah faktor kausal penting dalam perkembangan individual. Dalam hal ini, cerita teman tentang tilang serta pengalaman pribadi dengan tilang, membuat saya mengetahui seluk beluk polisi. Hal ini merupakan hal yang berkembang bagi saya dalam berhadapan dengan polisi lalu lintas.

2. Banyak hasil belajar manusia digeneralisasikan ke berbagai macam. Dalam hal ini, saya selalu mengeneralisasikan hal-hal yang berseragam hijau adalah seorang polisi. Sehingga apabila berjumpa dengan seragam hijau, walau bukan polisi, saya pasti was-was. Inilah yang biasa disebut dengan mengeneralisasikan.








 

Selasa, 11 September 2012


Nama anggota :



Teori Belajar Gagne

      Nilai -nilai manusia, umumnya diakui bahwa perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa yang disebut dengan belajar. (Gagne, 1985, h.1)
Gagne itu siapa ya?
Robert Gagne adalah seorang direktur laboratorium yang meriset latihan-latihan personal perlengkapan elektronik. Beliau lahir pada tahun 1916 di North Andover dan meninggal tanggal 28 April 2002. Beliau mendapatkan gelar A.B. pada Yale tahunKeterampilan, apresiasi, dan penalaran manusia dengan semua variasinya, dan juga harapan, aspirasi, sikap, dan nilai 1937 dan pada tahun 1940 mendapat gelar Ph.D. dalam Psychology dari Universitas Brown. Mengajar pada Connecticut College for Women dari 1940-1949 dan kemudian pada Penn State University dari 1945-1946. Antara 1949-1958, Gagne menjadi direktur “perceptual and motor skills laborartory” dari U.S. Air force. Pada saat itu dia mulai mengembangkan beberapa idenya yaitu teori belajar yang disebut "The Conditions of Learning".
Prinsip Belajar
Gagne berpendapat bahwa belajar adalah faktor kausal penting dalam perkembangan. Belajar manusia bersifat kumulatif, kompleks dan beragam. Belajar menghasilkan disposisi yang dipertahankan yang dibuktikan oleh kinerja teretentu. Hasil dari belajar disebut kapabilitas. Proses belajar adalah proses kognitif yang memproses informasi dilingkungan menjadi berbagai macam kapabilitas. Gagne melihat proses belajar mengajar dibagi menjadi beberapa komponen penting yaitu :
1.     Fase – fase pembelajaran seperti (1) Receiving the stimulus situation (apprehending), (2) stage of  acquisition, (3) storage (4) retrieval.
2.    Kapabilitas manusia dari hasil belajar (outcomes) seperti : informasi verbal, keterampilan intelektual, keterampilan motorik, sikap dan strategi kognitif.
3.     Kondisi atau tipe pembelajaran seperti kondisi internal dan eksternal atau lebih terperinci seperti signal learning, stimulus-respon learning, chaining, verbal association, discrimination learning, concept learning, rule learning, problem solving.
4.     Kejadian-kejadian instruksional seperti : persiapan belajar, akuisisi dan kinerja, transfer belajar,
Kerangka Belajar
Terdiri dari 3 komponen utama, yaitu : (a) sistem untuk menjelaskan diversitas kapabilitas manusia; (b) proses pemerolehan kapabilitas; (c) langkah-langkah dalam pembelajaran yang mendukung setiap langkah dalam belajar.
Prinsip Pembelajaran
Belajar dapat terjadi baik karena ada ataupun tidak adanya kegiatan pembelajaran akan tetapi masing-masing tahapan belajar yang diidentifikasikan oleh Gagne mungkin dipengaruhi oleh kejadian diluar diri si pembelajar. Ketika dirancang dengan cermat untuk mendukung belajar, maka kegiatan eksternal itu dinamakan kegiatan pembelajaran. Kegiatan eksternal ini tidak menimbulkan aktivitas belajar mereka hanya dapat mendukung pemrosesan internal pembelajar.
Tiga prinsip dari pembelajaran yang efektif yang disebutkan oleh Gagne dalam analisis tugas latihan adalah: (a) memberikan pembelajaran mengenai seperangkat tugas-tugas komponen yang diarahkan untuk membangun tugas final; (b) memastikan bahwa setiap tugas komponen dikuasai; dan (c) sekuensi tugas komponen untuk memastikan transfer yang optimal ke tugas final (Gagne, 1962a, 1962b).  
Aplikasi Pendidikan
Adapun aplikasi teori Gagne dalam dunia pendidikan seperti isu kelas yakni membahas beberapa isu penting dalam kelas, motivasi dengan mendesain pembelajaran yang efektif mencakup identifikasi motif siswa dan penyaluran motif itu ke kegiatan yang produktif dalam rangka mencapai tujuan belajar, transfer belajar, pengajaran pemecahan masalah, mengembangkan strategi kelas, merancang pelajaran.
Kesimpulan
Proses belajar manusia tidak hanya dipengaruhi oleh stimulus respon. Namun dipengaruhi oleh faktor kognitif dan dapat dilihat dari kapabilitas manusia itu setelah belajar dari peristiwa yang dialaminya.

Sumber:
Gredler, Margaret E. (2011). Learning and Instruction Teori dan Aplikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Rabu, 02 Juni 2010

Ujian UAS

Jumat, 07 Mei 2010

Laporan Hasil Kerja Proyek; tugas kelompok

Hasil Tugas Proyek
Kelompok G

Kamis, 15 April 2010

Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia dan Mancanegara; Tugas Kelompok 3

Dalam tahap perkembangan, anak umur 0-6 tahun merupakan usia emas dimana pada masa ini proses perkembangan anak harus mendapatkan perhatian yang maksimal. Pada usia emas ini, jika anak mendapat perhatian yang maksimal, akan mampu mewujudkan kesejahteraan di masa yang akan datang. Pada usia ini anak juga akan menjadi optimal dalam menyerap ilmu pengetahuan pada jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, Pendidikan Anak Usia Dini bagaikan pondasi yang kuat dan kokoh bagi perkembangan anak. Lalu, bagaimana perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini ini sendiri baik di Indonesia maupun di mancanegara?

Pada kenyataannya, pendidikan anak usia dini yang ada di Indonesia selama ini lebih banyak dilaksanakan oleh masyarakat. Banyaknya Taman Kanak-Kanak dan Kelompok Bermain yang diselenggarakan oleh masyarakat menunjukkan besarnya minat masyarakat pada pendidikan anak usia dini ini. Pemerintah tidak akan mengambil alih peran masyarakat yang sudah ada. Sebaliknya, pemerintah akan memfasilitasi, mendorong, dan melengkapi berbagai kegiatan yang sudah ada, agar jangkauan layanan dan mutu pendidikan yang mereka selenggarakan terus meningkat. Upaya yang perlu, telah dan tengah dilakukan adalah antara lain mengintegrasikan penanganan pendidikan anak usia dini dengan program-program layanan anak usia dini yang telah ada di lapangan.

Di indonesia, Orang tua akan merasa bangga jika anak-anaknya yang masih berada di Kelompok Bermain atau TK sudah mampu membaca dan menulis. Tidak jarang kemampuan membaca dan menulis yang dimiliki oleh anak TK atau bahkan anak-anak dalam Kelompok Bermain dijadikan ukuran kualitas sebuah Kelompok Bermain atau TK. Dan pada akhirnya ukuran kepandaian menulis dan membaca ini akan mempengaruhi popularitas Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak.

Untuk mengoptimalkan fungsi PAUD untuk mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi aspek perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Maka guru PAUD seharusnya mempunyai dua kompetensi yang saling terintegrasi, yaitu kompetensi akademik dan kompetensi profesional. Karena merekalah yang menjadi pengganti orang tua si anak dan juga sebagai pendamping dan menjalin komunikasi yang positif dengan orangtua/pengasuh si anak.

Disamping itu, bagaimanapun masih ada juga orang tua yang masih memandang sebelah mata terhadap pendidikan anak usia dini. Mereka belum mengerti sepenuhnya betapa pentingnya pendidikan di usia dini. Padahal telah dijelaskan diatas, bahwa pendidikan di usia dini itu sangatlah penting, karena di usia tersebutlah masa-masa emas anak dimulai. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai pendidikan di usia dini melalui berbagai kegiatan baik langsung maupun media massa menjadi sangat penting untuk dilaksanakan. Disamping itu, pada 2009 Depdiknas menetapkan pelayanan PAUD bisa mencapai 53,9% dan pada 2012 bisa mencapai 75% pelayanan pendidikan terhadap anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini memerlukan inovasi bukan hanya meningkatkan pendanaan saja. Walaupun alokasi dana itu perlu, tetapi harus diprioritaskan kepada lembaga yang lebih membutuhkan. Ilmu pengetahuan yang berkembang juga turut andil dalam meningkatkan dan memaksimalkan perkembangan anak, misalkan dalam hal perkembangan otak. Berbagai hal yang dapat merusak sistem dan kinerja pikiran seperti stress dan lain sebagainya dapat dicegah dengan perkembangan teknologi.

Interaksi antara peran gen dan pengalaman awal membangun landasan untuk bisa meneruskan ke perkembangan selanjutnya. Selain itu keluarga dan masyarakat memainkan peran penting dalam memberikan hubungan yang mendukung dan pengalaman positif apa yang semua anak-anak butuhkan, namun kebijakan publik yang mempromosikan lingkungan yang sehat bagi anak-anak juga memiliki memiliki efek positif yang signifikan.

Dalam konteks kebijakan yang berkembang saat ini pada anak usia dini, mobilisasi pengetahuan ilmiah menawarkan kesempatan untuk menutup kesenjangan dan menciptakan masa depan di tiga wilayah penting.

Pertama, negara akan mendapatkan keuntungan dari pandangan yang lebih cerah dari pengeluaran publik untuk perawatan awal berkualitas tinggi dan program pendidikan dalam lima tahun pertama kehidupan sebagai investasi dalam membangun fondasi yang kuat untuk prestasi akademik, produktivitas ekonomi, dan kewarganegaraan yang bertanggung jawab, dan bukan sebagai subsidi memberatkan bagi tempat-tempat untuk mengawasi anak-anak orangtua bekerja di dengan biaya serendah mungkin.

Kedua, intervensi khusus sedini mungkin, pada atau sebelum kelahiran, harus difokuskan pada peningkatan hasil hidup bagi anak-anak yang belajar kapasitas dan kesehatan dikompromikan oleh kesulitan yang signifikan di atas dan di luar beban kemiskinan saja.

Ketiga, manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dapat direalisasikan dari ketersediaan yang lebih besar dari pencegahan yang efektif dan layanan pengobatan untuk anak-anak dengan masalah emosional atau perilaku, bersama dengan bantuan peningkatan bagi orangtua dannonrelated caregiver yang mempunyai kesulitan tersendiri dengan depresi mempengaruhi hubungan lingkungan anak.

Meningkatkan prestasi literasi bagi anak-anak usia dini adalah prioritas pendidikan di Amerika Serikat. Berbagai macam kebijakan pendidikan seperti No Child Left Behind Act dan Reading First Act telah melakukan persiapan khusus untuk persiapan akademis bagi anak-anak yang berlatar belakang kurang beruntung. Proyek ini dievaluasi oleh Stony Brook Emergent Literacy Project, sebuah pendekatan yang menggabungkan pelatihan guru, kelas berbasis kegiatan, dan kinerja guru dievaluasi dengan menggunakan rubrik untuk menargetkan keterampilan literasi muncul pada anak-anak prasekolah. Anak-anak dinilai kemampuan literasi oleh evaluator independen di awal dan akhir tahun sekolah. Ruang kelas yang mengimplementasikan literacy project menunjukkan keuntungan dalam keterampilan literasi yang muncul pada anak-anak selama program tahun akademik. Hasilnya menunjukkan pengaruh penerapan Literacy Project pada pertumbuhan anak-anak dalam keterampilan literasi dan menekankan kegunaannya, termasuk instruksi literasi eksplisit yang muncul tiba-tiba pada anak usia dini.

Jadi, sistem pendidikan di Amerika mengutamakan pendidikan bagi anak-anak usia dini terutama bagi mereka yang berlatar belakang ekonomi rendah. Mereka juga membuat semacam proyek atau program yang mengkhususkan pendidikan bagi anak-anak usia dini.


Referensi:

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=805

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=Popular&topik=6&id=64

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=1024

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=5&id=1348

http://ditnaga.dikti.go.id/ditnaga/files/NA-PAUD-REV.pdf

http://web.ebscohost.com/ehost/detail?vid=1&hid=14&sid=00346a23-b9c7-4cc5-

ac6e252a9a4bb00a%40sessionmgr4&bdata=JnNpdGU9ZWhvc3QtbGl2ZQ%3d%3d#db=a3h&AN=44679048

http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=a3h&AN=46800169&site=ehost-live



Kelompok G: